Prediksi Skor Austria vs Republik Irlandia 13 November 2016

Austria masih mengejar misi puncakki klasemen sementara, sebelum babak kualifikasi Piala dunia 2018 berakhir, tapi mereka akan berhadapan dengan runner up sementara, Republik Irlandia, yang merupakan salah satu tim terkuat di Group D. Pertandingan ini akan berlangsung pada Senin mendatang, 13 November 2016 di Ernst-Happel-Stadion, Wina, Austria.

prediksi-skor-austria-vs-republik-irlandia-13-november-2016

Tim Tuan Rumah Austria sendiri menempati peringkat ke-4 klasemen sementara dengan hanya meraih empat poin dari tiga pertandingan pertamanya berkat satu kemenangan satu hasil imbang dan satu kekalahan. Kemenangan atas Georgia itu faktanya adalah satu-satunya kemenangan yang mereka raih dari lima pertandingan terakhir. Catatan kurang memuaskan ini membuat Austria diragukan menang saat menjamu Republik Irlandia nanti.

Apalagi, Republik Irlandia berhasil mengemas tiga kemenangan dalam lima pertandingan terakhirnya dan telan satu kekalahan saja. Tentu hasil ini kurang memuaskan, tapi setidaknya lebih baik dibandingkan Austria. Tak heran jika saat ini Republik Irlandia berada di peringkat dua klasemen sementara, dan mengoleksi tujuh poin.

Head To Head Pertandingan Austria vs Republik Irlandia :

11/09/13 Austria 1 – 0 Republik Irlandia
27/03/13 Republik Irlandia 2 – 2 Austria
07/09/95 Austria 3 – 1 Republik Irlandia
11/06/95 Republik Irlandia 1 – 3 Austria
10/10/71 Austria 6 – 0 Republik Irlandia

Lima Pertandingan Terakhir Tim Austria :

19/06/16 Portugal 0 – 0 Austria
22/06/16 Islandia 2 – 1 Austria
05/09/16 Georgia 1 – 2 Austria
07/10/16 Austria 2 – 2 Wales (Kualifikasi Piala Dunia)
10/10/16 Serbia 3 – 2 Austria

Lima Pertandingan Terakhir Tim Republik Irlandia :

26/06/16 Prancis 2 – 1 Republik Irlandia
01/09/16 Republik Irlandia 4 – 0 Oman (Persahabatan)
06/09/16 Serbia 2 – 2 Republik Irlandia
07/10/16 Republik Irlandia 1 – 0 Georgia
10/10/16 Moldova 1 – 3 Republik Irlandia

Perkiraan Susunan Pemain :

Austria : Robert Almer, Aleksandar Dragovic, Christian Fuchs, Martin Hinteregger, Florian Klein, David Alaba, Martin Harnik, Julian

Baurngartlinger, Zlatko Junuzovic, Marc Janko, Marko Arnautovic.
Republik Irlandia : Given, Ward, Keogh, Clark, Christie, McGeady, Gibson, Meyler, McClean, Hendrick, Murphy

Prediksi Skor Akurat Austria 2-0 Republik Irlandia

Pelatih Brazil angkat Bicara Soal Lionel Messi

Tite, Pelatih Brazil ini mengakui bahwa sang kapten Argentina tidak bisa dihentikan dengan cara apapun, namun dia tetap mempersiapkan cara khusus yang tidak dia beberkan untuk setidaknya meredam pergerakan La Pulga dalam laga super Clasico nanti. Akankah Tite berhasil bekukan Messi?

Pelatih Brazil angkat Bicara Soal Lionel Messi

Duel Clasico antara Tim Nasional Brazil melawan Tim Nasional Argentina akan berlangsung dinihari nanti (11/11) waktu setempat. Nah, menjelang berlangsungnya pertandingan yang amat dinantikan kedua tim ini, Pelatih Tim nasional Brazil, Tite, angkat bicara mengenai sosok yang sangat diandalkan oleh tim tamu nanti, Lionel Messi.

Sebagaimana diketahui, Messi memang telah kembali ke Tim Nasional Argentina setelah sempat absen karena cedera pangkal paha yang dia alami beberapa waktu lalu. Tanpa Messi, Argentina seperti pincang, dimana mereka gagal meraih kemenangan di tiga pertandingan dan akhirnya terpental ke peringkat enam klasemen sementara.

Sedangkan, ketika ada Messi, mereka tak pernah meraih hasil selain kemenangan. Dan Tite sendiri mengakui impak yang dihadirkan Messi, sebagaimana kegemilangannya di atas lapangan, namun dia sudah mempersiapkan strategi khusus untuk meredam sang kapten.

”Lionel Messi adalah pemain yang tidak bisa dihentikan pergerakannya, Neymar pun demikian. Anda bisa saja mencoba untuk membatasi pergerakannya di atas lapangan. Lantas, apa yang harus saya lakukan terhadap dia? Saya sendiri tidak akan memberitahu anda”

”Saya tidak sepakat dengan pendapat yang mengatakan bahwa seorang pemain bisa mempersembahkan kemenangan kepada sebuah tim, dalam beberapa poin, mungkin seorang pemain akan bersinar, tapi itu juga terjadi karena kerja sama yang bagus dari seluruh tim” Demikian ujar Tite sebagaimana dilansir Goal Internasional.

Brazil sendiri memuncakki klasemen Sementara Zona Conmebol saat ini dengan total raihan 22 Poin. Untuk kamu yang suka dengan prediksi, maka pastikan kamu mendapatkan prediksi sepak bola di http://www.bfcsoccer.org, dijamin semua prediksinya tepat!

Lionel Messi kini Lebih Condong Jadi Gelandang

Pendapat itu datang dari salah seorang pemain anyar Barcelona, Denis Suarez. Mantan pemain Villarreal tersebut mengaku kagum dengan sosok Lionel Messi yang kini dianggapnya cenderung bermain seperti seorang gelandang. Dia juga mengungkapkan bagaimana tabiat La Pulga selama di ruang ganti pemain.

Lionel Messi kini Lebih Condong Jadi Gelandang

Lionel Messi, penyerang andalan Barcelona ini adalah top Skorer sementara di musim 2016/17 dengan total telah mencetak 16 gol di semua ajang bersama dengan Barcelona. Namun, pendapat terkini menyebutkan bahwa sosok dpemain Argentina sejatinya cenderung bermain lebih seperti seorang gelandang ketimbang penyerang.

Sebagaimana diketahui, dari tahun ke tahun, mencetak banyak gol memang merupakan suatu hal lumrah yang dikerjakan Messi. Bahkan jika ditotal, dia telah mencetak lebih dari 500 gol di sepanjang karirnya sebagai pemain sepakbola professional. Dia dikenal sebagai sosok penyerang, dan menjadi bagian dari Trio MSN Lini depan Barcelona, namun semakin kesini, peran Messi terlihat semakin berubah.

Denis Suarez, pemain anyar Barcelona ii menganggap bahwa Messi terlihat lebih seperti gelandang menurut pengamatannya sendiri.

“Di lini depna kami, ada tiga monster, yang menuntaskan pertandingan dan Messi melakukan segalanya menjadi mudah. Sekarang, dalam pandangan saya, dia lebih berperan sebagai seorang gelandang ketimbang penyerang. Dia luar biasa, setiap hari dia selalu menunjukkan bahwa dia memang yang terbaik. Dalam sesi latihan, dia selalu bisa melakukan sesuatu yang mengagumkan”

”Ambisi dalam dirinya membuat saya kaget, dia sellau ingin meraih kemenangan, jika dia kalah dalam sesi latihan, dia kemudian mendapatkan bola, pasti dia akan melewati tiga pemain dan menceploskan bola ke gawang, setelahnya dia akan sedikit santai. Saya fokus padanya di ruang ganti, dia sangat dekat dengan rekan-rekan satu tim, dan perduli kepada semua orang” Kata Suarez kepada reporter. Bagi kamu yang sering merasa penasaran dengan prediksi pertandingan, maka kamu bisa mendapatkan prediksi bola terpercaya di http://www.banatsoccerclub.com dijamin kamu akan suka!

Juventus Sempat Siapkan De Gea Jadi Suksesor Buffon

Berdasarkan penuturan Michele Rampulla yang merupakan Scout Juventus, De Gea sempat jadi pertimbangan untuk mejadi suksesor Buffon di Turin, sebagaimana sang kapten sudah mulai memasuki usia kepala tiga, namun momen ini datang saat de Gea masih berusia 16 tahun, dimana ketika itu dia masih bermain bagi tim reserve Atletico Madrid.

Juventus Sempat Siapkan De Gea Jadi Suksesor Buffon

David De Gea, mungkin saat ini kita mengenalnya sebagai sosok penjaga gawang Manchester United yang didatangkan dari Atletico Madrid pada tahun 2011 silam. Tapi tahukah anda fakta bahwa ternyata, kiper asal Spanyol ini sempat nyaris bergabung dengan Juventus, ketika namanya muncul dalam daftar kandidat penerus gianluigi buffon beberapa tahun silam.

Sebagai informasi, Buffon sendiri memang tetap menjadi penjaga gawang utama Juventus bahkan sejak dia didatangkan dari AC Parma pada tahun 2001 silam. Namun waktu akan terus bergulir , dimana mau tidak mau, suka tidak suka, Juventus harus berpikir mengenai sosok yang bisa mereka andalkan atau mereka siapkan untuk menjadi calon penerus Buffon.

Ide tersebutpun digagas sejak tahun 2006 silam, ketika klub tengah krisis dan terdegradasi ke Serie B Italia lantaran kasus Calciopoli. Saat itu De Gea masih berusia 16 tahun dan masih bermain bagi tim Reserve Atletico Madrid.

“buffon memang tetap bertahan bersama kami, namun demikian, saya memiliki daftar kandidat yang bisa meneruskan tugasnya, dalam daftar teratas calon penerus buffon, adalah David De Gea. Dia masih sangat muda ketika itu” Demikian ujar salah satu Scout alias pemandu bakat Juventus, Michele Rampulla kepada Gazzetta Dello Sport.

Buffon sendiri pada akhirnya masih tetap menjadi andalan Juventus sampai usia 38 tahun sekarang ini. Sedangkan de Gea memulai debutnya bersama Atletico madrid sebelum akhirnya hengkang ke Manchester United di tahun 2011 silam.

Kroasia tak Mau Dengar Madrid Soal Luka Modric

Hal tersebut ditegaskan oleh Ante Cacic selaku arsitek tim nasional Kroasia, sang manajer menegaskan bahwa pihak Tim nasional Kroasia tidak membutuhkan saran dari Real Madrid perihal penanganan gelandang andalan, Luka Modric jelang jeda Internasional bulan ini.

Kroasia tak Mau Dengar Madrid Soal Luka Modric

Tim nasional Kroasia menegaskan bahwa pihaknya sama sekali tidak membutuhkan saran atau tips dari pihak Real madrid mengenai kondisi terkini dari gelandang andalan, Luka Modric. Ditegaskan Manajer Ante Cacic, bahwa tim Nasional tahu persis apa yang terbaik bagi mantan pemain Tottenham tersebut.

Sebagai informasi, beberapa waktu lalu, manajer Los Blancos, Zinedine Zidane, memang sempat menganjurkan kepada tim Nasional Kroasia untuk tidak memanggil Modric ke dalam skuat yang dipersiapkan untuk jeda Internasional Bulan ini, karena sang pemain baru saja pulih dari cedera lutut.

Namun, manajer Kroasia, Ante Cacic, tidak memperdulikan saran dari Zidane, dan akan menurunkan pemain yang dimainkan Real madrid dalam laga terbarunya kontra Leganes akhir pekan kemarin, dimana Modric sendiri bermain selama 30 menit dalam laga tersebut.

“Real Madrid tidak perlu memberikan kami tips atau saran apa pun tentang cara menangani Modric. Kami bisa mengurus semua pemain kami, Luka telah pulih dari cederanya, dia sudah bermain untuk Madrid dan tidak mengalami masalah apa pun. Peluangnya tampak bagus untuk memimpin tim pada Sabtu menghadapi Islandia.” tegas sang pelatih dalam konferensi pers.

Namun, dalam pernyataan selanjutnya, sang manajer juga sadar bahwa kondisi modric belum sepenuhnya pulih, sehingga dia akan diistirahatkan dalam laga ujicoba melawan Irlandia Utara.

Joao Mario Masih Sesalkan Pemecatan De Boer

Menurut pemain Tim Nasional Portugal tersebut, Frank De Boer sejatinya tidak mendapatkan waktu yang cukup untuk membuktikan diri di Inter Milan, sehingga dia turut menyesalkan keputusan Klub untuk mendepak manajer asal Belanda akhir pekan kemarin.

Joao Mario Masih Sesalkan Pemecatan De Boer

Inter Milan telah resmi mendepak manajer asal Belanda, Frank De Boer, dimana keputusan yang diumumkan akhir pekan kemarin ini sejatinya memunculkan rasa kecewa dari sejumlah pihak, bahkan dari beberapa pemain La Benamata, salah satunya gelandang anyar Nerazzurri, Joao Mario.

Sebagaimana diketahui, manajer asal Belanda tersebut ditunjuk Intermilan untuk menukangi tim Utama sejak musim panas kemarin. Frank De Boer yang sebelumnya sukses bersama ajax Amsterdam dengan meraih lima gelar juara eredivisie belanda dipercaya akan sukses melanjutkan pekerjaan Roberto Mancini yang sebelumnya telah resmi berpisah dengan klub.

Namun apa yang terjadi jauh dari Ekspektasi, Inter Milan memang sempat tampil mengesankan, menang atas Juventus adalah salah satu momen terbaiknya, tapi sayang, performa mereka sepanjang musim cenderung tidak konsisten, dan akhirnya klub mengambil keputusan cepat untuk menendang mantan manajer Ajax tersebut dari kursi pelatih.

Keputusan ini mengundang banyak pro kontra dari berbagai pihak, termasuk salah satunya dari pemain Inter Milan sendiri, Joao Mario. Kepada TMW Radio, gelandang Internasional portugal tersebut merasa bahwa Inter Milan tidak memberikan waktu yang cukup kepada de boer untuk membuktikan kapasitasnya.

“Saya pikir De Boer tak mendapat cukup waktu untuk buktikan kualitas kerjanya. Namun memang, situasinya sungguh sulit, Kita harus ingat bahwa Inter adalah klub besar. Bila klub besar tak mendapat hasil yang diharapkan, pelatih harus diganti,” ujar Mario, seperti dikutip TMW Radio.

Lionel Messi Harusnya Menangkan 7 Ballon d’Or

Anggapan tersebut dituturkan oleh defender Barcelona, Gerard Pique, menurutnya, jika memang Ballon d’Or itu selalu diberikan kepada pemain terbaik dunia, maka Messi adalah sosok yang paling layak memenangkannya sejak tahun 2009, sampai edisi terakhir, karena menurutnya, hanya pemain Argentina yang pantas.

Lionel Messi Harusnya Menangkan 7 Ballon d'Or

Lionel Messi, pemain tim Nasional Argentina dan Bintang andalan Barcelona ini telah mengoleksi lima gelar FIFA ballon d’Or dalam karirnya, namun menurut pendapat salah seorang penggawa Barcelona, Gerard Pique, seharusnya Messi sudah mendapatkan tujuh gelar paling prestisius pada level individu tersebut.

Sebagaimana diketahui, pemain Argentina memang sempat mendominasi dalam empat edisi beruntun di ajang FIFA ballon d’Or antara lain tahun 2009, 2010, 2011 dan 2012. Kemudian, dominasinya dipatahkan Cristiano Ronaldo yang memenangkan penghargaan tersebut dalam dua edisi beruntun, antara lain 2013 dan 2014. Messi kemudian kembali memenangkannya di tahun 2015 kemarin, dan kini koleksinya menjadi lima gelar.

Tahun ini, Messi tidak diunggulkan meraih penghargaan tersebut lagi, karena dinilai akan kalah saing dengan rival abadinya, Cristiano Ronaldo, yang memenangkan trofi Liga Champions dan piala Euro tahun ini. Namun demikian, menurut Gerard Pique selaku rekan setim Messi di Barcelona, La Pulga lah yang pantas memenangkan penghargaan tersebut.

Bahkan, harusnya Messi memenangkan gelar tersebut sejak 2009 sampai 2015 atau tujuh gelar Ballon d’Or.

”Jika memang Ballon d’Or itu diberikan kepada pemain terbaik dunia, maka Leo harusnya memenangkan gelar tersebut setiap tahun sejak 2009” demikian kata Pique lewat akun twitternya.

Messi sendiri tampil gemilang sejak awal musim ini, mencetak 16 gol dan mengoleksi 7 Assist diantaranya. Yang terkini, Messi menginsiprasi kemenangan Barcelona atas Sevilla lewat torehan satu gol dan satu assist.

Leonaro Bonucci Bantah Hubungi Manchester City

Ditegaskan oleh bek berusia 29 tahun asal Italia tersebut bahwa dirinya tidak pernah menghubungi siapapun sepanjang musim panas kemarin, tidak terkecuali Manchester City, tim yang diklaim sangat dia inginkan untuk dibela musim depan.

Leonaro Bonucci Bantah Hubungi Manchester City

Pada musim panas kemarin, banyak sekali isu yang beredar di sejumlah media, termasuk diantaranya isu keinginan Bek andalan Juventus, Leonardo Bonucci untuk mencicipi karir di Liga Primer Inggris, bersama dengan Manchester City. Namun, dalam kesempatan wawancara terbarunya, Bek berusia 29 tahun ini membantah dengan tegas rumor tersebut.

Leonardo Bonucci, 29 tahun, memang merupakan salah satu sosok vital dalam keberhasilan yang diraih Juventus pada beberapa tahun terakhir. Dialah sosok pilar penting dalam tubuh Bianconneri, saat memenangkan Lima Scudetto beruntun dalam lima musim terakhir. Bersama dengan Chiellini dan Barzagli, mereka dikenal sebagai lini pertahanan terkuat eropa saat ini.

Namun, seiring dengan kedatangan Pep Guardiola pada musim panas kemarin, Manchester City mengklaim, banyak pemain bintang yang ingin merapat ke Etihad, salah satunya adalah Leonardo Bonucci. Berdasarkan klaim Direktur olahraga Citizen, Bonucci sempat menghubungi pihak klub terkait peluang bergabung di musim panas kemarin. Manchester City tertarik untuk mendatangkannya, namun Juventus tak ingin melepas sang pemain.

Tapi, dalam pernyataan terbarunya, Bonucci dengan tegas membantah rumor tersebut.

“Pihak Manchester City berkata bahwa saya telah menelpon mereka untuk meminta pindah ke sana? Saya tidak pernah menelpon siapa pun,” tegas Bonucci.

Tidak hanya Manchester City, pada bursa transfer musim panas kemarin, Leonardo Bonucci juga dikaitkan dengan Chelsea, klub Liga primer Inggris yang kini ditangani oleh mantan manajernya, Antonio Conte.

Hazard Sudah Berada di Jalur Yang Tepat

Hal tersebut dituturkan oleh Pelatih anyar Chelsea, Antonio Conte yang beranggapan bahwa gelandang Internasional Belgia tengah berada di jalur yang tepat untuk menjadi salah satu pemain terbaik di dunia. Namun sang manajer mengingatkan Hazard agar tetap bekerja untuk tim, bukan untuk dirinya sendiri.

Hazard Sudah Berada di Jalur Yang Tepat

Eden Hazard, gelandang Internasional Belgia ini berhasil kembali menunjukkan performa ciamiknya di atas lapanngan sejauh musim 2016/17 ini berlangsung. Diapun disebut sudah berada pada jalur yang tepat untuk kembali menjadi salah satu dari deretan pemain terbaik dunia, seperti yang pernah dilakukannya pada dua musim lalu.

Seperti diketahui, Bintang Belgia tersebut mengakhiri musim lalu dengan kesimpulan performa yang sangat mengecewakan. Bukan hanya untuk dirinya sendiri, tapi performa Chelsea musim lalu sangat mengerikan sebagai tim dengan status mereka sebagai juara bertahan, sedangkan eks pemain Lille sendiri menyandang label pemain terbaik Liga primer Inggris pada musim sebelumnya.

Akan tetapi, pada kampanye musim 2016/17 ini, pemain berusia 25 tahun tersebut terlihat seperti menemukan kembali bentuk permainan terbaiknya. Sejauh ini, dia sudah mencetak lima gol dan satu assist dalam 10 penampilannya di ajang Liga Primer Inggris sejauh ini.

Hal tersebut membuat manajer Chelsea, Antonio Conte, beranggapan bahwa Hazard memang telah berada di jalur yang tepat untuk kembali menjadi salah satu pemain terbaik.

“Kita semua tahu talenta hebat Eden Hazard, Saya pikir dia harus terus bekerja dan meningkatkan talentanya, tapi pada saat ini dia menempatkan talentanya, menempatkan dirinya, ke dalam tim, Dia fantastis. Ini jalan tepat untuk menjadi salah satu yang terbaik di dunia,” buka Conte kepada wartawan saat ditanya tentang performa Eden Hazard.

Guardiola Tegaskan City belum Setara Barcelona

Meski baru saja berhasil kalahkan Barcelona dengan skor akhir yang cukup telak 3-1, manajer asal catalan tersebut tetap enggan menganggap bahwa tim asuhannya sudah setara dengan mantan klubnya tersebut, apalagi dianggap sebagai salah satu favorit utama kampiun Liga Champions Eropa musim ini.

Manchester City, sang pemuncak klasemen sementara Liga Primer Inggris akhirnya mencatatkan sejarah mereka untuk pertama kami kalahkan Barcelona di pertemuan Liga Champions tengah pekan kemarin. Namun demikian, pelatih mereka, pep Guardiola yang merupakan mantan juru taktik Raksasa Catalan enggan menganggap bahwa Manchester City sudah satu level dengan Barcelona.

Sebagaimana diketahui, raksasa Liga Primer Inggris ini memang sudah beberapa kali dan di beberapa kesempatan bertemu dengan Barcelona pada ajang Liga Champions Eropa. Mereka tidak pernah menang atas Tim Catalan tersebut, namun pada pertemuan kedua musim ini di Etihad Stadium, City sukses tekuk Barca dengan skor akhir 3-1. Hal ini pun membuat orang-orang beranggapan bahwa Manchester City sudah setara dengan Barcelona, Real Madrid, Juventus, Atletico dan Bayern Munchen.

Akan tetapi, Pep Guardiola justru dengan tegas menyebut bahwa The Citizens masih dalam proses tumbuh dan berkembang menjadi besar. Guardiola tegas menolak bahwa City sudah sejajar dengan Para raksasa Eropa tersebut.

“Kami sejatinya masih belum berada dalam level tersebut, level tim yang Anda sebutkan, Tiga atau empat tahun beruntun kami pentas di Eropa, tapi sebelum itu kami tak di sana untuk waktu yang sangat lama. Kami membuat kemenangan yang bagus atas Barcelona. Dan kemenangan itu memang sangat penting, untuk babak kualifikasi”

“Tetap kami dalam proses untuk dianggap sebagai salah satu yang tak diunggulkan, untuk berjuang berada di level tim yang telah Anda sebutkan,” demikian ujar Guardiola, seperti dikutip Daily Mail.